Senin, 31 Oktober 2011

Merindukan Bulan

malam benderang seekor burung diam
bertengger di rating dahan memandang bulan
hatinya terbelenggu rindu tak bertepian
bulan yang dipandang kian terang
seakan tahu adanya seekor burung
seekor burung yang memandang penuh cinta

malam benderang bulan memandang
seekor burung di ranting dahan juga memandang
saling pandang. saling merasakan
sebuah kerinduan yang panjang

seekor burung tengah malam di ranting dahan
hatinya linglung memandang bulan
bulan diam sinarkan kerinduan juga
sebuah kerinduan yang panjang
tersekat batas waktu dan ruang
hanya kekuasaanNya yang bisa
menyatukan sebuah kerinduan yang ada

...^_^...

Minggu, 30 Oktober 2011

Batudiamku

batu diamku bukan tak mau tahu kamu
batu diamku menunggu reaksimu
batu diamku menunggu sikapmu

batu diamku terusik mempertahankan
kamu menghujam penuh kenyakinan
batu diamku kamu anggap menyimpan
menyimpan rahasia beda kukatakan

batu diamku pecah berantakan
jadi katakata tak mungkin kamu terima
karena kamu sudah tak punya
rasa percaya katakata yang kukata

dulu tak kenal ingin mengenal
memintal waktu hubungan berjalan
kembali tak kenal jalan terjal
sejarah tak mungkin terlupakan

batudiamku pecah berantakan
terpukul palumu yang menghujam
diamku yang selama ini sudah belajar
tak berkatakata suram

...^_^...

Pesonamu

sinar matamu teduh menghujam ulu hatiku
senyum bibirmu sebagian dari pesona
yang kau tebarkan pada setiap mata
para pria di mana kau jumpa

tak hanya aku tertarik pesonamu
pria kurang normal saja
yang tak tertarik akan pesonamu

pesonamu menggetarkan jiwa
aku hanya bisa terpesona saja
tak mungkin mampu bersaing
sama mereka yang juga ingin
memilikimu walau tak bersanding

pesonamu mengusik mimpiku
mungkinkah aku mampu
meraih mimpi itu
sehati sejalan bersamamu
menikmati rasa rindu

sedangkan rinduku
belum tentu rindumu

...^_^...

Kamis, 27 Oktober 2011

Merajut Dua Hati

perbedaan bukan halangan bagi kita
kalau sama-sama menghargai adanya
perbedaan yang ada

hatimu, hatiku, hati kita
dua hati sama warna tapi beda
dalam menyikapi gejolak rasa
merajutkan dua hati tak semudah dikata
perlu adanya kesetiaan yang tak ternoda

hatimu, hatiku, hati kita
akan terajut menyatu selamanya
bila di antara kita tak selalu curiga
selalu setia menjaga rasa
yang sudah kita ikrarkan bersama

daun pandan, jiwa pena menyatu dalam rasa
merajut dua hati di atas prahara
dua hati selalu merasa bersama
semoga abadi selamanya

...^_^...

Kemana Pergi Membawa Mimpi

kemana pergi aku membawa mimpi sebagai cemeti
tak membiarkan waktu tersia-sia tanpa arti
setiap peristiwa biar menjadi puisi-puisi
yang mengalir tak berhenti

aku tak mau kemana pergi tanpa ada mimpi
yang bisa melahirkan puisi sebagai tanda
konsistensi dalam meraih mimpi itu sendiri

kemana pergi mimpiku tak pernah tertinggal
pada sela-sela waktu aku gunakan
menuangkan gagasan sebagai jalan
meraih mimpi yang aku harapkan

mimpiku tak pernah mati
akan kubawa ke mana pergi

...^_^...

Rabu, 26 Oktober 2011

Kembali Bersemi

seiring gerimis malam membawamu pulang
hatiku yang gersang kembali bersemi
sekian waktu kau menghilang
datang kembali semoga tak lupa janji
yang pernah kau katakan sendiri

gersang hatiku selama kau menghilang
pada matahari bila siang hari
kutanyakan waktu diantara kesibukan
tak ada jawab yang kuharapkan
pada bulan bila malam hari
kutanyakan mimpi tak pernah mengerti
bahkan tak tahu ke mana kau pergi

dalam hilangmu aku selalu bermunajad
kau akan kembali tak ingkar janji
harapku setiap saat
bila kau kembali tak mengurangi
perasaan yang ada sebelum kau pergi

seiring gerimis malam puisi sebagai rasa
kembali bersemi tatkala kau tiba-tiba
menampakkan diri dari prahara
yang membuatmu harus menghilang sementara
dari pandangan mata penyimpan rahasia
adanya sesuatu di antara kita

...^_^...

Selasa, 25 Oktober 2011

Jembatan Suramadu

melintas menyeberang menghubungkan
dua status sosial yang berbeda
seling memberi, saling menerima
merubah status sosial kehidupan

jembatan suramadu melintas memberi jawaban
perubahan status sosial yang akan datang
jati diri jangan sampai tergadaikan
hingga hilang rasa kesetiakawanan
tergerus arus peradaban

jembatan suramadu melintang menantang
perubahan peradaban yang pasti datang
aku tak mau tinggal diam hanya memandang
keindahan kemegahan jembatan yang membentang

...^_^...