malam benderang seekor burung diam
bertengger di rating dahan memandang bulan
hatinya terbelenggu rindu tak bertepian
bulan yang dipandang kian terang
seakan tahu adanya seekor burung
seekor burung yang memandang penuh cinta
malam benderang bulan memandang
seekor burung di ranting dahan juga memandang
saling pandang. saling merasakan
sebuah kerinduan yang panjang
seekor burung tengah malam di ranting dahan
hatinya linglung memandang bulan
bulan diam sinarkan kerinduan juga
sebuah kerinduan yang panjang
tersekat batas waktu dan ruang
hanya kekuasaanNya yang bisa
menyatukan sebuah kerinduan yang ada
...^_^...
Senin, 31 Oktober 2011
Minggu, 30 Oktober 2011
Batudiamku
batu diamku bukan tak mau tahu kamu
batu diamku menunggu reaksimu
batu diamku menunggu sikapmu
batu diamku terusik mempertahankan
kamu menghujam penuh kenyakinan
batu diamku kamu anggap menyimpan
menyimpan rahasia beda kukatakan
batu diamku pecah berantakan
jadi katakata tak mungkin kamu terima
karena kamu sudah tak punya
rasa percaya katakata yang kukata
dulu tak kenal ingin mengenal
memintal waktu hubungan berjalan
kembali tak kenal jalan terjal
sejarah tak mungkin terlupakan
batudiamku pecah berantakan
terpukul palumu yang menghujam
diamku yang selama ini sudah belajar
tak berkatakata suram
...^_^...
batu diamku menunggu reaksimu
batu diamku menunggu sikapmu
batu diamku terusik mempertahankan
kamu menghujam penuh kenyakinan
batu diamku kamu anggap menyimpan
menyimpan rahasia beda kukatakan
batu diamku pecah berantakan
jadi katakata tak mungkin kamu terima
karena kamu sudah tak punya
rasa percaya katakata yang kukata
dulu tak kenal ingin mengenal
memintal waktu hubungan berjalan
kembali tak kenal jalan terjal
sejarah tak mungkin terlupakan
batudiamku pecah berantakan
terpukul palumu yang menghujam
diamku yang selama ini sudah belajar
tak berkatakata suram
...^_^...
Pesonamu
sinar matamu teduh menghujam ulu hatiku
senyum bibirmu sebagian dari pesona
yang kau tebarkan pada setiap mata
para pria di mana kau jumpa
tak hanya aku tertarik pesonamu
pria kurang normal saja
yang tak tertarik akan pesonamu
pesonamu menggetarkan jiwa
aku hanya bisa terpesona saja
tak mungkin mampu bersaing
sama mereka yang juga ingin
memilikimu walau tak bersanding
pesonamu mengusik mimpiku
mungkinkah aku mampu
meraih mimpi itu
sehati sejalan bersamamu
menikmati rasa rindu
sedangkan rinduku
belum tentu rindumu
...^_^...
senyum bibirmu sebagian dari pesona
yang kau tebarkan pada setiap mata
para pria di mana kau jumpa
tak hanya aku tertarik pesonamu
pria kurang normal saja
yang tak tertarik akan pesonamu
pesonamu menggetarkan jiwa
aku hanya bisa terpesona saja
tak mungkin mampu bersaing
sama mereka yang juga ingin
memilikimu walau tak bersanding
pesonamu mengusik mimpiku
mungkinkah aku mampu
meraih mimpi itu
sehati sejalan bersamamu
menikmati rasa rindu
sedangkan rinduku
belum tentu rindumu
...^_^...
Kamis, 27 Oktober 2011
Merajut Dua Hati
perbedaan bukan halangan bagi kita
kalau sama-sama menghargai adanya
perbedaan yang ada
hatimu, hatiku, hati kita
dua hati sama warna tapi beda
dalam menyikapi gejolak rasa
merajutkan dua hati tak semudah dikata
perlu adanya kesetiaan yang tak ternoda
hatimu, hatiku, hati kita
akan terajut menyatu selamanya
bila di antara kita tak selalu curiga
selalu setia menjaga rasa
yang sudah kita ikrarkan bersama
daun pandan, jiwa pena menyatu dalam rasa
merajut dua hati di atas prahara
dua hati selalu merasa bersama
semoga abadi selamanya
...^_^...
kalau sama-sama menghargai adanya
perbedaan yang ada
hatimu, hatiku, hati kita
dua hati sama warna tapi beda
dalam menyikapi gejolak rasa
merajutkan dua hati tak semudah dikata
perlu adanya kesetiaan yang tak ternoda
hatimu, hatiku, hati kita
akan terajut menyatu selamanya
bila di antara kita tak selalu curiga
selalu setia menjaga rasa
yang sudah kita ikrarkan bersama
daun pandan, jiwa pena menyatu dalam rasa
merajut dua hati di atas prahara
dua hati selalu merasa bersama
semoga abadi selamanya
...^_^...
Kemana Pergi Membawa Mimpi
kemana pergi aku membawa mimpi sebagai cemeti
tak membiarkan waktu tersia-sia tanpa arti
setiap peristiwa biar menjadi puisi-puisi
yang mengalir tak berhenti
aku tak mau kemana pergi tanpa ada mimpi
yang bisa melahirkan puisi sebagai tanda
konsistensi dalam meraih mimpi itu sendiri
kemana pergi mimpiku tak pernah tertinggal
pada sela-sela waktu aku gunakan
menuangkan gagasan sebagai jalan
meraih mimpi yang aku harapkan
mimpiku tak pernah mati
akan kubawa ke mana pergi
...^_^...
tak membiarkan waktu tersia-sia tanpa arti
setiap peristiwa biar menjadi puisi-puisi
yang mengalir tak berhenti
aku tak mau kemana pergi tanpa ada mimpi
yang bisa melahirkan puisi sebagai tanda
konsistensi dalam meraih mimpi itu sendiri
kemana pergi mimpiku tak pernah tertinggal
pada sela-sela waktu aku gunakan
menuangkan gagasan sebagai jalan
meraih mimpi yang aku harapkan
mimpiku tak pernah mati
akan kubawa ke mana pergi
...^_^...
Rabu, 26 Oktober 2011
Kembali Bersemi
seiring gerimis malam membawamu pulang
hatiku yang gersang kembali bersemi
sekian waktu kau menghilang
datang kembali semoga tak lupa janji
yang pernah kau katakan sendiri
gersang hatiku selama kau menghilang
pada matahari bila siang hari
kutanyakan waktu diantara kesibukan
tak ada jawab yang kuharapkan
pada bulan bila malam hari
kutanyakan mimpi tak pernah mengerti
bahkan tak tahu ke mana kau pergi
dalam hilangmu aku selalu bermunajad
kau akan kembali tak ingkar janji
harapku setiap saat
bila kau kembali tak mengurangi
perasaan yang ada sebelum kau pergi
seiring gerimis malam puisi sebagai rasa
kembali bersemi tatkala kau tiba-tiba
menampakkan diri dari prahara
yang membuatmu harus menghilang sementara
dari pandangan mata penyimpan rahasia
adanya sesuatu di antara kita
...^_^...
hatiku yang gersang kembali bersemi
sekian waktu kau menghilang
datang kembali semoga tak lupa janji
yang pernah kau katakan sendiri
gersang hatiku selama kau menghilang
pada matahari bila siang hari
kutanyakan waktu diantara kesibukan
tak ada jawab yang kuharapkan
pada bulan bila malam hari
kutanyakan mimpi tak pernah mengerti
bahkan tak tahu ke mana kau pergi
dalam hilangmu aku selalu bermunajad
kau akan kembali tak ingkar janji
harapku setiap saat
bila kau kembali tak mengurangi
perasaan yang ada sebelum kau pergi
seiring gerimis malam puisi sebagai rasa
kembali bersemi tatkala kau tiba-tiba
menampakkan diri dari prahara
yang membuatmu harus menghilang sementara
dari pandangan mata penyimpan rahasia
adanya sesuatu di antara kita
...^_^...
Selasa, 25 Oktober 2011
Jembatan Suramadu
melintas menyeberang menghubungkan
dua status sosial yang berbeda
seling memberi, saling menerima
merubah status sosial kehidupan
jembatan suramadu melintas memberi jawaban
perubahan status sosial yang akan datang
jati diri jangan sampai tergadaikan
hingga hilang rasa kesetiakawanan
tergerus arus peradaban
jembatan suramadu melintang menantang
perubahan peradaban yang pasti datang
aku tak mau tinggal diam hanya memandang
keindahan kemegahan jembatan yang membentang
...^_^...
dua status sosial yang berbeda
seling memberi, saling menerima
merubah status sosial kehidupan
jembatan suramadu melintas memberi jawaban
perubahan status sosial yang akan datang
jati diri jangan sampai tergadaikan
hingga hilang rasa kesetiakawanan
tergerus arus peradaban
jembatan suramadu melintang menantang
perubahan peradaban yang pasti datang
aku tak mau tinggal diam hanya memandang
keindahan kemegahan jembatan yang membentang
...^_^...
Langganan:
Postingan (Atom)
